INDAHNYA MODERASI DALAM BERAGAMA DI KEMENTERIAN AGAMA SUMBA TIMUR NTT
INDAHNYA MODERASI DALAM BERAGAMA DI KEMENTERIAN AGAMA SUMBA TIMUR NTT
Pada hari Jumad
tanggal , 10 Desember 2021 pagi nan cerah, semua keluarga besar kementrian agama kabupaten Sumba Timur
melaksanakan kegiatan Gerakan Jumad Bersih (GJB). Kegiatan tersebut dilakukan
dalam rangka memperingati hari Amal Bakti kementrian agama di usianya yang ke
76. Kegiatan tersebut berlokasi di halaman GKS Jamaat Padadita. Turut hadir
dalam kegiatan itu adalah kepala kantor kemenag bapak Yakobis Oktavianus, S.
Sos. M.M, dan semua ASN kementrian agama
kabupaten Sumba Timur, hadir pula para kepala madrasah, dan guru –guru,
termasuk dari MTsN Sumba Timur 3 orang
yaitu pak Mustamal, S.Pd.I , pak Akbar, dan ibu Vitriah. Kegiatan berlangsung
penuh semangat gotong royong , bahu membahu dalam membersihkan halaman gereja
tersebut . meskipun kami hadir dari berbagai suku,bahasa ,agama, budaya, dan
adat yang bera-beda namun kami disatukan oleh bahasa Indonesia sebagai perekat,
bayangkan apa yang terjadi jika bahasa Indonesia tidak ada. Tentu tidak
berkomunkasi dengan baik. Bagi kami
perbedaan tersebut merupakan rahmat
besar dari Allah SWT yang patut disyukuri. Inilah wujud dari Bhineka
Tunggal Ika yaiitu berbeda –beda
tetapi tetap satu sebagai makhluk
ciptaan tuhan . kementrian Agama menjadi model dalam menciptakan kerukunan dalam keberagaman di
Sumba Timur yang terjalin sejak dulu hingga kini.
Gereja GKS
Jamaat terletak di tepi jalan Padadita, dengan halamannya cukup luas, di pinggir pagar
terlihat berjejer beberapa pohon mangga
arum manis yang sudah berbuah. Di bawanya terbentang rumput hijauh maka sangat
nyaman dan teduh bila kita berlindung di bawa pohon itu kala terik. Dan di
depannya dihiasi kolam mungil sehingga menambah indah pemandangannya.
Dalam memeriahkan hari amal bakti yang 76, seperti
biasanya semua anggota ASN kemenag bergotong royong untuk membersihkan rumah –
rumah ibadah secara bergantian karena
keanekaragaman agama dan budaya
penduduk setempat. dan pagi ini gereja
GKS jamaad Pandawai menjadi sasaran kami. Terlihat ibu pendeta sangat senang
menyambut baik kegiatan ini.
Kegiatan Jumad
Bersih tersebut, diikuti oleh semua warga kementeian agama dan juga warga
madrasah. Walau pun dalam perbedaan
namun tetap kompak dan bersatu padu dalam bekerja. Penuh semangat dan
canda tawa diiringi nyanyian burung diatas dahan pohon manggaga dan deru mesin
pemotong rumput. Sebagian ibu –ibu turut
menghibur kami dengan tawa renyah menirukan dialek Bali yang kental.
Kegiatan
kerja bakti itu, ada sebagian bapak-bapak yang memotong rumput sedangkan kami
ibu-ibu menyapu dan mengumpulkan rumput dan sebagian yang lain mengangkat ke
tempat sampah dengan menggunakan karung plastik. Kami termasuk rombongan yang
yang terakhir tiba di lokasi dengan
membawa mesin pemotong rumput. Kegiatan itu dimulai sejak pukui 80.00 -10.00.
kegiatanya berlangsung penuh semangat karena cuacanya sangat mendukung yakni tidak hujan
dan tidak juga terlalu terik. Di sela kegiatan tersebut terlihat sahabat baikku
Pak Umbu Ndao tengah berdiri di bawa pohon mangga yang rimbun sekedar melepas
lelah karena sudah bermandi peluh, ketika ditanya “ apakah sudah cape ? “
jawabannya dalam senuym khasnya “ Lumayan “
semoga lelah ini menjadi amal kebaikan sesuai dengan loga depak Ikhlas
beramal.
Di depan
kantor gereja tersebut terlihat ibu pendeta bersama stafnya sangat ramah dalam
menjamu kami dengan menyuguhkan minuman dan penganan khas NTT yaitu kue cucur serta tidak ketinggalan bola
happa yang berisi sirih,pinang sebagai tradisi sumba dalam menjamu tamu
kehormatan yang berlaku di NTT umumnya.semuanya menambah keakraban pada hari
itu,
“
Sebagai warga Kementrian Agama Sumba
Timur, kita harus berpikir cerdas dan bekerja cerdas dalam membaktikan diri
kita sehingga dirasakan manfaatnya bagi segenap umat di sekitar kita” kata
bapak Drs. Suaeb ,sebagai pengawas PAIS
saat ditemui di cela-cela kegiatan berakhir menjelang foto bersama ibu
pendeta dan stafnya.
Kegiatan
Jumad bersih diakhiri dengan foto bersama ibu pendeta dan depan gereja GKS
Jamaad Padadita. Tepat pukul 10.00 WIB kami pulang dan untuk saya sendiri diantar oleh teman
karibku ibu Siti Aminah kepala MIN3 Waingapu untuk melanjutkan kegiatan
lanjutan di sekolah. Betapa indahnya kebersamaan dalam keragaman , dengan
menggunakan waktu yang sedikit, tenaga yang sedikit, namun tetap dalam kebersamaan dan semangat gotong royong mampu membantu saudara kita .
semoga kebersamaan ini terus terpupuk hingga akhir dari kehidupan ini.
Waingapu ,12 Desember 2021
Vitriah B. Laga
Keren, bunda.
BalasHapusSalaam untuk teman-teman di situ, Bund.
Wa'alaikumussalam wr wb
BalasHapus