BELAJAR MENULIIS BERSAMA SANG MOTIVATOR LITERASI DIGITAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 (Om Jay dan Bu Kanjeng)
BELAJAR MENULIIS BERSAMA SANG MOTIVATOR LITERASI DIGITAL PADA MASA PANDEMI
COVID-19 (Om Jay dan Bu Kanjeng)
“ Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi “
( Om Jay / Wijaya Kusumah )
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta’ala.
Ditengah situasi pandemik covid-19 dan kesibukan yag datang bergelombang.
Peserta Belajar Menulis PGRI berupaya merawat motivasi untuk mengikuti materi
yang sangat menarik malam ini, walau lelah mendera. Bagiku materi
ini sangat menarik untuk diketahui seluk beluknya karena kelihatan mudah dan memang mudah namun kenyataannya banyak
guru yang belum bisa menulis dengan
baik.karena belum ada yang menggerakan. Dalam proses belajar menulis itu kami
peserta berkomitmen “menulis dan konsisten menulis pqda akhirnya dapat
menebitkan tulisan.
Dalam kessempatan yang indah ini kita harus
benar-benar memanfaatkan peluang yang baik ini bersama guru blogger Indonesia
Om Jay / Wijaya Kusuma,juga tak ketinggalan siraman ilmu dan pengalaman dari Bu
Kanjeng. selain belajar kita dapat bersilaturahim bersama para penulis hebat
yang tergabung dalam WAG Belajar Menulis untuk saling support, untuk berbagi
pengalaman dan sering pendapat agar dapat menjadi penulis. Sebelunya ucapan
terimakasi kepada Om Jay yang membersamai kami malam ini
dengan tema “ Ide Menulis Bagi Guru.“ malam selanjutnya bersama Bu Kanjeng dengan
tema tak kalah menarik yakni “Menjadikan
Penulis Sebagai Passio,” bagiku kedua
materi ini sangat mencerahkan bagi penulis pemula seperti kami.
Alhamdulillah, hari ini kita belajar menulis
bersama narasumber Bapak Wijaya Kusuma, M.Pd yang biasa di sapa Om Jay. Beliau
seorang guru hebat dari Labschool Jakarta yang terkenal dengan guru Blogger
Indonesia. Dengan penuh santun dan ikhlas mampu menyatukan semua guru pegiat
literasi di seluruh pelosok nusantara. Di samping itu tak kala pentingnya
beliau merupakan sosok cerdas dan peka terhadap perkembangan zaman terutama di
era digital ini akan kebutuhan para guru dan seluruh umat manusia umumnya.
Sehingga beliau mampu menulis untuk meninggalkan jejak- jejak digitalnya yang
tersebar di seluruh media massa demi cita-citanya yang sangat mulia di hadapan
Allah yaitu ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Bagi
kebanyakan orang ingin menjadi founder dalam keuangan digital tetapi tidak bagi
bapak yang berkelahiran Oktober tahun 1971 ini. Beliau sangat bangga menjadi
founder kelas menulis dari gelombang 1-24, dan , founder klas bicara, serta
founder kelas Guru Motivator Literasi Digital.Subhanallah. maka tak ayal bila
Om Jay dijuluki sebagai bapak ispirator dan motivator handal bagi guru dan para
pegiat literasi nusantara bahkan menjadi tamu kehormatan di negri Kanguru untuk
membagi ilmu dan pengalaman batinnya sehingga menjadi tamu undangan spesial
untuk presiden Republik Indonesia. Begitulah cara Allah meninggikan derajat
sesorang insan Pilihan. Masya Allah tabarakallah.
Pada hari Senin, 17
Januari 2022 pembelajaran menulis materi pertama tentang” ide menulis bagi guru
“ Om Jay ingin membagi ilmu dan pengalamannya tentang pentingnya menulis bagi
seorang guru. Jika kita ingin menulis maka tulislah apa saja yang dirasakan
sehingga pembaca juga turut merasakannya karena ketika kita menulis dan samapi
kepada tangan pembaca maka itu merupakan wujud komunikasi kita terhadap orang
lain. Untuk itu mulailah menulis dengan menulis apa saja yang kita rasakan ,
kita dengar dan kita alami, karena ide itu muncul dari diri kita sendiri. Apa
lagi yang berprofesi sebagai guru maka ide itu datang pada saat kita mengajar,
banyak ide bermunculan di depan mata, bisa juga ide itu datang dari pengalaman
mengajar yang menyenangkan, bisa jadi datang dari murid-murid kita yang sudah
berhasil sukses. Yang ini memang benar terjadi pada penulis, bahwa motivasi
menulis ini hadir pada saat membaca status mantan siswiku yang bernama Zakia Maryam bin
Ismail baru memasuki kelas X di pondok pesantren sudah menulis Antologi
Persahabatan.
Sejak itu perasaanku
bercampur aduk, antara bahagia dan haru bercampur sedih. Ku bahagia karena ilmu yang
diajarkan dapat diamalkan dan menjadi terkenal. Namun ku sedih karena
dikalahkan oleh muridku.dalam hati kecilku bertekad ingin menulis tapi lewat
jalur mana. Ternyata Allah yang maha
pengasih lagi penyayang mendengar jeritan hati hamba. Selang dua pekan hadirlah
sebuah pesan singkat dari si cabe rawit,yang sedang beljar di kelas menulis
angkatan 24. Bu Astuti.mengajak untuk belajar menulis PGRI bersama Om Jay
disamping itu sedang bergabung dalam antologi persahabatan dan itulah karya
pertamaku. Alhamdulillah, bisa dibayangkan bagaimana senangnya hati ini jika
karya gabungan pertamaku menepati rak perpustakaan sekolah, juga rak bidang
Pendis kemenag Sumba Timur. Sangat termotivasi untuk terus berkarya apa lagi
mendapat dukungan dari Bapak Mukminin,S.Pd.,M.Pd Masya Allah Tabarakallah.
Dalam belajar menulis
tentunya memanfaatkan alat cangih yang dekat dengan kita, yaitu HP. Gunakan HP
untuk menulis ide-ide atau pengalaman yang menarik kapan dan di mana saja kita
berada. Kemudian kirim ke blog. Menjadi blogger adalah pilihan tetapi
sebanarnya kita sedang meninggalkan jejak digital tentang hal-hal yang menarik.
Sehingga pada akhirnya kita menerbitkan tulisan menjadi buku yang memikat para
pembaca.
Ada bebrapa cara menulis
yang baik menurut pendapat Om Jay antara
lain :
1.
jika kita hendak menulis perlu banyak membaca
untuk menamba perbendaharaan kata. Namun akan lebih sempurna lagi bila mampu
memadukan keterampilan yang lainya seperti menyimak baik dari televisi atau
video dan rekaman suara dari WA yang diterapkan Om Jay dalam proses
pembelajaran pertama ini. Dari membaca dan menyimak itu maka lahirlah
keterampilan tingkat tinggi yaitu menulis. Untuk itu butuh latihan dan belajar
pada pakarnya seperti Om Jay, Bu Kanjeng juga kurator lainnya sehingga
menghasilkan tulisan yang berkualitas.
2.
Menulis hendakalah dilakukan secara rutin baik
diminta atau pun tidak diminta karena sesuatu yang dilaksakan secara konsisten
akan menjadi suatu kebiasaan baik . Pada gilirannya akan menjadikan menulis
sebgai profesi. Kita bisa menjadi eksis dan narsis hanya dengan terbiasa
mengungkapkan ide-ide cemerlang dalam tulisan lewat blog dan bersahabat dengan
bloger yang hebat. Untuk itu “ menulislah dari hatimu maka kamu akan menemukan
pembaca setiamu.” (Om Jay /Wijaya Kusuma. Demikian kata Om Jay dalam vidionya
di yutube.
3.
Dalam menulis sebaiknya
kita mengangkat isu-isu yang sedang menarik dan marak diperbincangkan dengan
memulai dari diri sendiri. Jika kita berprofesi sebagi guru, maka ide menulis
itu hadir dari pengalaman belajar yang mungkin datang dari peserta didik yang
bisa sukses menjadi orang hebat. Selain itu bisa jadi dari kisah sehari- hari
yang pernah kita alami.
4. Bisa juga dari media lain yang dapat memberikan ide misalnya hanya dengn melihat sebuah foto atau gambar kemudian dikemas dengan tulisan yang sangat menarik. Sebagai contoh suatu pagi Om Jay mengirim tulisan tentang kisah hidup padagang soto disertai gambarnya di WAG menulis PGRI sebagai media pembelajaran kami. Kubaca dan amati baik-baik maka lahirlah ide kreatif untuk merangkai sebuah puisi dengan judul “Ketika Cobaan dating menyapa “ puisi ini tercipta pada saat mengamati gambar si tukang soto sedang menjual sotonya.
Bagiku menulis adalah
keterampilan yang harus dibiasakan sejak dini. Untuk itu siapkanlah hati tetep
ikhlas dan sabar serta waktu yang spesial dalam menulis Karena menulis sangat
membutuhkan vokus atau konsentrasi penuh pada obyek yang mau ditulis sehingga
mencapai tuntas. Demikianlah hasil literasi saya pada awal pertemuan dengan
sang guru blogger Indonesia Om Jay dengan pesan ispiratifnya “ Vokuslah untuk
menulis dan siapkan waktunya untuk menulis insya Allah ide akan datang padamu.”
Demikian belajar menulis malam pertama bersama Om Jay semoga Allah SWT meridhoi
langkah kita dalam belajar menulis. Boleh dibilang, sungguh menyenangkan bagiku
materi pada pandangan pertama.
Alhamdulillah pada malam
selanjutnya kami belajar dengan judul“Menjadikan Penulis Sebagai
Passio,”bersama narasumber hebat Dra.Sri Sugiastuti, M.Pd yang
keseharian di beberapa grup antologi biasa kami sapa dengan Bu
Kanjeng. Sosok Bu Kanjeng ibarat lokomotif dari
serangkaian gerbong antologi dari berbagai kelas yang dimotori oleh
Om Jay guru blogger Indonesia.
Bagi para pegiat literasi nusantara pasti mengenal sosok Bu
Kanjeng yang merupakan pegiat literasi yang aktif ,sejak tahun 2019
dan menulis 21 buku maka tak salah bila mendapat julukan dari Om Jai
ulama (usia lanjut tetapi masih aktif ). Beliau merupakan pengurus PGRI
Surakarta yang memiliki motto Bersemangat Menggapai ridho
Allah dengan berbagi dan bersilaturahmi.
Pelatihan tersebut berlansung pada hari Rabu, 19 Januari 2022
pukul 19.00 WIB secara daring via WAG Belajar Menulis. Api semangat menyimak
dan menulis telah berkobar dalam dada menunggu pesan –pesan ispirtif dari
narasumber hebat yang siap mengantar kami kepuncak impian menjadi penulis
“passion”. penulis yang memiliki gairah besar untuk mencapai tujuan
yang didambakan sesuai tema pembelajaran malam ini. Harapan akhir dari
pertemuan ini adalah peserta dapat mengaplikasikan ilmu dari Bu
Kanjeng dalam bentuk goresan buku solo.
Menulis menjadi passion yang menjadikan pribadi yang lebih
filosofis dan berhubungan dengan nilai, visi dan misi hidup kita di dunia.
Selanjutnya bagaimana caranya kita menulis? Cara yang baik dalam memulai
tulisan itu lebih bersifat teknis, mudah dipelajari melalui pross latihan
menulis, serta tidak suka untuk menulis, maka jangan putus asa. Tetapi mulailah
menulis dengan sebuah kata Tanya “mengapa”?
Kapan menulis itu dilakukan?
Kita tak perlu menunggu lama tetapi secepatnya, niatkanlah
dalam hati untuk membuat karya yang asli dari diri kita. Menjadi penulis yang
passion hendaklah memiliki motivasi menjadi manusia yang baik agar bermanfaat
sebagai mana hadits nabi “ khoirunnas anfa’uhum linnas” yang artinya
sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lainya.
Pada intinya Bu Kanjeng mengajak kita untuk memulai menulis dengan
menggunakan rumus: mengapa, bagaimana,dan kapan .Tentunya dengan mengikuti
langkah-langkah menjadi penulis yang baik yakni kita harus banyak membaca
beragam buku genre umum dan spesifik sebagai bahan referensi, perlu berdiskusi
untuk menemuka ide,harus peka terhadap isu-isu yang berkembang di media massa
atau menyaksikan secara langsung serta mampu bersosialisasi dengan
baik untuk menyerap ilmu, pengalaman dan kisah orang lain dengan
penuh kesabaran.
Hal-hal penting yang diperhatikan ketika kita menulis yaitu menggali
dan menemukan ide/gagasan,menemuka tujuan, genre, dan segmen pembaca,menentukan
topik, membuat outline, dan mengumpulkan bahan atau materi. Pesan beliau buat penulis
pemula sebaiknya lebih vokus dan tekun dalam proses menulis. Tulislah semampu
kita, janagan berpikir harus sempurna dan terlalu idial.
Langkah selanjutnya adalah setelah kita menyelesaikan naskah kasar
dari buku yang ditulis, tahapan selanjutnya adalah editing, revising, dan
publishing. Demikian tips menulis dari Bu Kanjeng semoga kita mendapat bimbingan
dari Allah yang maha rahman dalam upaya meraih meraih ridho-Nya.
Di samping itu teringat
pesan kata bijak dari pak Brian Prasetio sebagai moderator saat itu bahwa dalam
belajar menulis, syaratnya adalah dipaksakan , memiliki komitmen yang jelas,
agar mencapai tujuan akhir yaitu menulis dan konsisten menulis sehingga dapat
menerbitkan tulisan. Hal ini seirama dengan pesan inspirsi yang terdapat dalam
AL-Qur’an surah Al-‘A’lla ayat 4, yang artinya ;
“Bacalah dengan
perantaraan kalam / pena”
Jadi perintah untuk
membaca dan menulis. Awalnaya enggan namun karena sungguh-sungguh sehinga
berhasil membaca apa yang didengar dan menulisnya. Subhanallah jika para nabi
dan sahabat-sahabatnya tidak menulis saat itu maka jelas kita tidak memiliki Kitab Suci sebagai sumber
hukum Islam.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut caranya
adalah menyimak materi kemudian membuat resume tentang materi tersebut selama
20 pertemuan dapat membuat buku solo. Salam literas.
Waingapu, 20 Jauari 2022 ~ Vitriah
Keren, bunda.. semangat selalu, Bund.
BalasHapusmakasi de uda menyemangati
BalasHapus