MENULIS ITU MUDAH
BELAJAR MENULIS PGRI
RESUME MENULIS ITU
MUDAH
Narasumber
: Prof. Dr.Ngainun Naim
Moderator
: Raliyanti
Hati /tanggal
: Senin , 7 Februari 2022
“Penulis yang baik tidak berhenti dalam berkarya.
Terus menulis dan merangkailah.”
(Dr. Ngainun Naim, dosesn IAIN Tulungagung)
Alhamhamdulillah malam ini
bersama Bu Raliyanti menemani kami dalam
belajar via WAG dengan materi Menulis
itu Mudah. Materi tersebut disampaikan oleh narasumber hebat Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim. Beliau merupakan
seorang dosen IAIN Tulungagung ,
merupakan keluarga guru karena ayahnya dan
3 orang saudaranya juga guru subhanallah. Sebagaimana pendapat beliau
bahwa penulis yang baik tidak berhenti dalam berkarya akan tetapi terus dan
terus menulis.
Siapa pun orangnya, baik desen,
guru, atau pun profesi lainnya, dapat menulis. Kegiatan menulis merupakan
kegiatan yang dapat dipelajari dengan mudah kapan dan di mana saja. Awal menulis
itu pasti dipaksa lama kelamaan menjadi
terbiasa. Hal ini sama seperti peristiwa yang terjadi di gua hirah pada saat
nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama yang berisi perintah tentang tulis dan
baca. Rasulullah dipaksa untuk membaca.
Awalnya sungguh susah namun sering diulang sehingga menjadi mudah. Begitu pun
belajar menulis saat ini agak susah namun dilakukan secara terus menerus maka
rasakan akibatnya sebagai mana pesan Om Jay “ Menulislah setiap hari dan
buktikan apa yang terjadi.”(Om Jay / Wijaya Kusumah)
Kita harus menata kembali niat kita
bahwa menulis itu pekerjaan yang mulia, dengan mengikuti langkah- langkah
berikut agar paham bahwa menulis itu mudah sesuai topik malam ini sebagai berikut:
1.
Meruba pola pikir
Selama ini kita memiliki
keyakinan dalam diri bahwa menulis itu susah, ternyata di luar kesadaran kita,
mampu membawa dampak yang sangat buruk. Anggapan tersebut benar-benar membuat
kitajadi susah menulis. Untuk itu mulai saat ini kita harus merubah pola pikir
. kita harus bangun kesadaran dan keyakinan bahwa menulis itu mudah. Kita sedang
menulis sesuatu namun menemukan kesulitan pada waktu menuangkan ide dalam
kalimat maka segera yakinkan diri bahwa menulis itu mudah bagimu. Diyakini
terus menerus hingga kita berhasil menulis tanpa purus asa.
2. Berlatih
menulis
Secara teori sebagai
guru Bahasa Indonesia dan sastra pasti sudah mempelajari berbagai ilmu dan
keterampilan yang berhubungan dengan menulis. Sebagai contoh yakni menulis
paragraf.rangkuman bacaan, dll, itu bertujuan agar guru bahasa dan sastra akan
menjadi penulis yang baik setelah lulus. Namun sayangnya jarang sekali guru
yang mengambil jurusan bahasa dan sastra Indonesia dapat menulis dengan baik
dan benarkarena tidak berlatih untuk mengamalkan ilmuyang di dapat. Sebaliknya
penulis Andrea Hirata,Mira w.,Agnes Jesika, Eka Budianta, Ahmad Tohari dan lain
sebagainya, bukan berlatar belakang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Menurut Tarigan
dalam bukunya keterampilan Menulis,
menjadi penulis menurut pengalaman, waktu, kesempatan, latihan,
keterampilan-keterampilan khusus, gagasan-gagasan tersusun secara logis,
diekspresikan dengan jelas, dan ditata secara menarik. Belajar menuls menuntuk
kita untuk mengoreksi tulisan percobaan kita, menuis kembali dan
menyempurnakannya, melatih kita menjadi penulis menjadi seorang pengarang yang
memuaskan pembaca.
Jika ingin menjadii penulis maka luangkanlah
waktumu untuk berlatih menulis. Tidak ada rumus yang instan untuk menulis akan
tetapi berlatihlah untuk menulis setiap hari meskipun hanya satu paragraf saja.
Ada banyak teori tentang menulis namun
tidak diamalkan dalam praktek maka tidak
bisa bahkan gagal menjadi penulis yang baik
.
3.
Banyak membaca
Seorang penulis
yang sedang giat menulis ibarat ia sedang mengeluarkan tabungan baca yang ada dalam otaknya. Bacalah sedikit
demi sedikit 1-2 halaman berlatih dan renungka terlebih dahulu agar bisa
memahami bacaan tersebut. Bila ada hal yang sangat penting maka segera dicatat
dan nikmati prosesnya. Hal ini seirama dengan Al-Qur’an surah Al-‘alaq ayat : 4 yang artinya : yang mengajarkan
manusia dengan pena. Jadi dengan menulis kita dapat membaca kembali tulisan
tersebut bila lupa. Ada prinsi membaca yakni utamakan bagian pemahaman baru
khatam .
4.
Meluangka waktu
Bukan menjadi
suatu alasan bagi kita untuk sibuk
dengan urusan lain sehingga lupa menulis. Kita semua pasti sibuk tergantung
bagaimana mengatur waktunya dengan
sebaik mungkin. Jangan kita menunggu atau pun membuang waktu , mari luangkan
waktu untuk terus menulis . jika setiap harinya kita luangkan waktu setengah
sampai satu jam untuk membaca dan menulis dengan sungguh-sungguh dan fokus maka hasilnya sangat luar biasa. Sebagai mana
pendapat tokoh: “Fokus untuk menulis, siapkan waktu menulis dulu, ide akan
dating kepadamu.” (Om Jay / Wijayakusuma)
5.
Peka terhadap setip keadaan.
Rajin mengamati,
mencatat, dan mengolah apa saja yang sudah dicatat merangkainya menjadi sebuah tulisan yang memikat parapembaca. Sebagai contoh kita
melakukan perjalanan dan melihat keindahan alam sebagai tanda-tanda kebesaran
dan kekuasaan Allah maka segeralah mencatat hal-hal indah yang kita saksikan di
sepanjang perjalanan tersebut sebagai obyek garapan kita . itu akan mudah mengalir tulisannya dari pada kita mendengar cerita dari orang
lain.
6. Belajar
menulis kepada para penulis habat . WA grup ini merupakan media pembelajaran. Yang harus dilakukan peserta
adalah kunjungi bloq teman dan komentari
tulisan tersebut. Semakin sering berlatih menulis lama –tulisan akan semakin
baik dan mudah dipahami isinya. Jadi
menulis memang harus di paksa. Jika ingin menulis lancer dan runut harus menggunakan outline.
Berikut ini akan
dikemukakan contoh outline antara lain:
Menulis di tengah kesibukan
a.
Potret kehidupan sehari-hari 1paragraf
b.
Upaya mengelola waktu agar bisa menulis di
tengah kesibukab 1 paragraf
c.
Sangat sibuk tapi ingin menulis 1 paragraf
d.
Penutup 1
paragaf
Yakinlah perlu waktu untuk
berproses karena semua masalah yang
menghampiri kita pasti ada solusinya. Ada cara-cara untuk menuangkan
ide tulisan supaya memikat para pembaca yaitu:
buka laptop, ketik apa yang ada dalam pikiran. Teruslsh mengetik jangan
mengedit dulu. Jika ada waktu luang barulah kita mengeditnya. Hanya bisa
menulis terlebih dahulu jngan dibaca dam jangan diedit . menulislah apa yang sederhana
dahulu. Pesan akhir dari narasumber
hebat, “ Jangan menunggu waktu luang, tapi mari luangkan waktu untuk menulis”.
Demikian materi kita malam ini.
Kita dapat menarik kesimpulan bahwa, Hal pertama yang dilakukan adalah
menguasai kenci dasar maka akan menjadi mudah untuk kunci umumnya. Selain itu
kita harus sesering mungkin membuat outlne agar menjadi mudah. Di setiap momen
yang indah selalu diabadikan dalam tulisannya. Dan jika ingin menulis maka tulislah apa yang ada dalam pikirannya tanpa
edit .bila ada waktu luang baru kita mengeditnya.
Akhirnya ku ingim menulis sebait pantun untuk sahabat
literasi di seluruh tanah air :
Kalau pandai meniti buih
Selamat badan ke seberang
Kalau pandai menulis kisah
Tentu blogmu ramai dikunjung
Waingapu,07-02-2022
~ Vitriah~
Wah ibu fitriah.. Smoga selalu peka terhadap setip keadaan dan menuangkannya menjdi karya tulis.. Smangaat buuu..
BalasHapusAamiinn trimakasih doa nya Bu
HapusSemangat👍💪💪
BalasHapusWaah bagus ini resume .mantap bunda vitri
BalasHapus