PROOFREADING SEBELUM MENERBITKAN TULISAN

PROOFREADING SEBELUM MENERBITKAN TULISAN

 

 


 

 

Narasumber           : Susanto, S.pd

Moderator              : Muliadi 

 

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang maha rahman, karena atas kasih sayang-NYa kita masih menikmati indahnya malam penuh bintang berkilauan, menghiasi mayapada ini. Malam ini tepat pukul 19.00 WIB bersama narasumber hebat yang hadir mengajak dan mengajari kami tentang ilmu yang sangat berguna  bagi penulis pemula seperti kami yaitu proofreading sebelum menerbitkan tulisan. Bagiku sangat penting karena dalam perjalanan kesalahan ini sering dilakukan di luar kesadaran karena ingin tergesa-gesa menerbitkan tulisan . dimana tulisan yang sebretulnya sangat ideal dan bagus akan tetapi karena kekurangan  sedikit saja membuat tulisan itu sudah tidak menarik lagi.

Untuk mengatasi probem tersebut, dengan ditemani moderator hebat pak Muliadi membersamai kami dalam belajar mengatasi kesalahan bahasa, kesalahan ejaan, kesalahan pemilihan diksi, tanda baca dll dengan tujuanya adalah ketika menerbitkan tulisan kepada media publik tidak terdapat kesalaha-kesalahan yang dapat mengurangi minat baca publik.  Untuk itulah mari kita ikuti dan pahami dengan benar pesan teks dari narasumber terpercaya lewat media pembelajaran kita WAG yang dimotori oleh Om Jay dalam upaya mencerdaskan guru-guru pegiat literasi nusantara. Terimakasi Om Jay dan teman-teman . “vokus untuk menulis, siapkan waktu untuk menulis dulu, ide-ide kreatif akan dating kepadamu.” (Om Jay / Wijaya kusuma ) berangkat dari vokus dan tetap vokus insya Allah bisa jadi penulis seperti Om Jay.

Dalam pembelajaran secara daring ini terdiri dari 3 sesi antara lain penyajian materi, tanya jawab dan penutup. Dalam menyajikan mater pak Susanto mengajak peserta, membuka wawasan dan membangun konteks  dengan mengamati dan menganalisis kesalahan penggunaan tanda baca ellipsis dan uniknya adalah mengirimkan hasil uji -baca atau dalam istilah keren proofreading. Hal ini bagiku menjadikan pembelajaran malam ini lebih bermakna. Jadi  pembelajarannya adalah berbasis kesalahan. Membiarkan peserta melakukan uji- baca atau proofreading sebelum mempelajari lebih lanjut materinya. Sebagai contoh :

“Hmm…aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari pak Mazom.” Kata Cici.

Hasil perbaikan dari teman :

“ Hmm…Aku akan mulai  membuat cerita mulai fiksi berdasarkan kiat-kiat  dari pak Mzmo.”  

Yang perlu diperbaiki adalah tanda elipsiss/ tiga titik (…) diperlukan untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang hilang untuk memberikan jedah pada dialok.  

Menurut Tarigan (1982; 4)”Antara menulis dan membaca  terdapat hubungan yang sangat erat.” Bila kita menulis sesuatu maka prinsipnya kita ingin agar tulisan itu dibaca oleh orang lain. Untuk itu kita harus mengadakan uji-baca atau proofreading terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan dalam menyajikan tulisan.

A.      Pengertian Proofreading

Proofreading adalah membaca ulasan sebelum tulisan diterbitkan . hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memeriksa apakah tulisan tersebut ada kesalahan atau sudah betul.

B.      Tujuan proofreading 

Tujuan utama dari proofreading /uji baca adalah dapat meminimalisir kesalahan-kesalan seperti:  tanda ellipsis,tanda baca laianya, ejaan, kesalahan dalam penggunaan nama atau istilah hingga penggunaan kata. Hal ini dilakukan semata-mata agar tidak terjadi kesalahan dalam tulisan yang siap terbit. Jadi semacam tindakan untuk menganalisai kesalahan panggunaan bahasa. 

 

Sebenarnya antara tahapan pembaca dan editig yang sering dilakukan oleh editor merupakan dua hal yang berbeda. Pada waktu editing lebih vokus pada aspek kebahasaan. Sedangkan proofreading itu selain aspek kebahasaan juga perhatikan isi/ substansi dari sebuah tukisan yang dibaca. Oleh karena itu proofreading tidak sekedar menyoroti kesalahan tanda baca, atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan yang rasional atau dapat diterima oleh akal.

C.      Tugas seorang proofreading 

Tugas seorang proofreading adalah:  

1.        Membetulkan ejaan/ tanda baca dan membenarkan tulisan yang sedang diuji-baca agar dapat diterima oleh logika sehingga mudah dipahami isinya.

2.       Mengamati kata efektif atau tidak dalam penggunaannya.

3.       Susunan kata sudah benar atau belum karena strategi sebuah tulisan adalah dapat dipahami oleh pembaca.

4.       Berusaha agar tulisan itu dengan mudah diaskses oleh pembaca dengan tetap mempertahankan substansi teks awalnya. Conto proofreading / menguji-baca terjemahan, maka output yang dihasilkan  adalah seluruh teks yang mudah dipahami meski orang lain tidak mengetahui bahasa asal teks terjemahan tersebut.

Jadi tugas seorang proofreading adalah membuat teks mudah dibaca dan dipahami dan lebih jelas dari teks awalnya.

D.      Alasan-alasan  dilakukannya proofreading 

1.       Proofreading merupakan tahapan penulisan yang wajib dilakukan jika ingin menjadi pnulis sehingga layak untuk diterbitkan

2.       Mengikuti tahapan proses menulis dari awal hingga dapat memosting di blog dengan penuh percaya diri.

3.       Kita tidak boleh tergesa-gesa dalam memosting tulisan namun segera priksa kesalahan dalam pengetikan. Untuk itu maka telitilah. Seiring perjalanan waktu kesalahan itu akan  berkurang. Untuk itu uji-baca sebelum diterbitkan.

E.       Peilai proofreading bersifat  obyektif  

Sebagai seorang penilai teks uji baca harus bersifat obyektif dan netral karena ia merupakan seorang pembaca dengan memberikan penilaian apakah karya itu sudah benar atau msaih berbelit-belit kesalahannya. Agar obyektif  tulisan-tulisan tersebut, hal-hal yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1.       Merevisi  draf teks atau sering membuat perubahan 

2.       Tulisan diendapkan dulu beberapa jam atau beberapa hari.

3.       Posisiskan diri sebagai calon “pembaca”  dengan langkah-langkahnya :

a.       Merevisi penggunaan bahasa, kosa kata, frase, dan kalimat serta susunan  paragraf

b.       Memoles kalimat utama dan pastikan tata bahasa yang benar.

4.       Sintak yang jelas, dan konsisten dalam memperbaiki kalimat-klimat yang ambigun yakni:

a.       Mengecek ejaan itu harus merujuk ke KBBI

b.      Menggunakan kata-kata yang merujuk pada KBBI

c.       Konsisten mau dan ketuntasannya

d.      Perhatikan judul bab dan penjelasanya   

Hindarilah kesalaha-kesalahan kecil  yang tidak perlu misalnya typo, kesalahan penulisan kata, dan penyingkatan kata.Mengecek ejaan merujuk ke KBBI tetapi ada juga yang merujuk pada gaya penerbit.  

Demikianlah materi yang dipaparkan oleh narasumber hebat kita malam ini selama dua jam. Lewat kesempatan ini kami dapat menyimpulkan bahwa :

1.        Menulis itu butuh proses. Untuk itu kita harus vokus dalam menekuninya sehingga tidak terjadi kekurangan yang mungkin sedikit saja namun berefek pada merusaknya substansi karya yang kita hasilkan.

2.       Dalam menulis sebuah karya,  sebelum kita memosting ke rana publik, segera lakukan uji-baca atau proofreading terlebih dahulu.

3.       Dalam proofreading harus meneliti kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, diksi, frase, klausa, dan ellipsis, semuanya merujuk kepada KBBI.

 

Alhamdulillah dengan hikmah dan ilmunya malam ini dapat menambah semangat dalam menulis di blog dan media publik lainya. Terimakasi atas semuanya semoga dimudahkan langka dan lisanya dalam melaksanakan tugas mulianya . Semoga ilmunya menjadi barokah bagi peserta dan menjadikanya amal jariyah yang tak putu-purtunya jika diamalkan dalam kehidupan nyata. Trimakasih .

 

 

               ~ vitriah~  

 

 

 

 

            

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PELATIHAN MENULIS PERTEMUAN KE- 4 GELOMBANG 24

PEMASARAN BUKU

RESUME MENULIS MEMBUATKU NAIK KELAS DAN BERPRESTASI