RESUME KIAT MENULIS CERITA FIKSI

 

RESUME KIAT  MENULIS CERITA FIKSI

 pertemuan ke-11 ,gelombang 23 dan 24

Hari/tanggal   :  Rabu, 9 Februari 2022

Judulnya          :  Kiat Menulis Cerita Fiksi 

Narasumber    :  Sudomo,S.Pt 

Moderator      :  Helwiyah

 

 


 

 

Belajar menulis malam ini sangat seru meski pun  kota Waingapu diguyur hujan dan disusul dengan lampu padam namun semangat belajar tak pernah padam karena Bapak Momo tetap setia menghujani kami dengan berbagai macam kiat dalam menulis teks cerita fiksi,kalau dibayangkan pati suasana sangat mencekam namun hati tetap adem kaerena memang berniat untuk berlapang-lapang dalam majlis  ilmu insya Allah ditinggikan derajatnya.

 Seperti biasanya setiap pertemua di bagi dalam 4 sesi yakni pembukaan, paparan materi melalui chat WA Grup, Tanya jawab dan penutup. Tepat pukul 20.00 WIB peserta diminta untuk membuat pertanyaa seputaran materi tentang kiat menulis cerita fiksi menjadi topik kajian malam ini  bersama narasumber hebat Bapak Sudomo,S.Pt yang tentunya sangat hebat dalam menulis  sehingga selalu juara di setiap mata lomba.

 Malam ini kami ditemani seorang moderator yang tak Asing lagi bagi kita yang bergabung dalam antologi persahabatan atau fiksi lainya.  Alhamdulilah kita masih diberi waktu untuk berlajar dan belajar terus hingga menikmati hasil pembelajaranya. 

Bapak momo adalah panggilannya  merupakan orang pertama yang menulis di kelas menulis ini dalam bentuk fiksi. Boleh pak ditiru jejaknya he..he. Asal bapak sudi membantunya  dengan penuh keikhlasan. Di malam yang indah ini pak momo ingin berbagi ilmu tentang kiat menulis cerita fiksi.

Menurut bapak Momo yang berkelahiran Sukoharjo, 27 Maret 1975 ini bahwa ada beberapa alsan mengapa kita perlu belajar fiks iantara lain : 

1.       Kita harus belajar menulis cerita fiksi karena salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah Literasi  Cerita Fiksi . dengan pengalaman menuls tentu seorang guru dapat menulis soal dengan muda untuk peserta didiknya.  

2.        Kita berusaha agar mampu menulis fiksi sebagai cara yang asyik untuk menembuhkan luka lama dan luka baru yang menyayat hati.  Bagi seorang guru tentunya dapat menyuarakan isi hatinya pada tokoh-tokoh yang dihadirkanya .

3.        Cerita fiksi merupakan media pembelajaran yang menyenamgkan bagi pengembangan krakter  dan materi pengayaan sebagai asupan  suplemen buat peserta didik yang sudah lelah dalam belajar ilmu- ilmu lainya.

4.        Cerita fiksi merupakan media pembelajaran yang menyenamgkan bagi pengembangan krakter  dan materi pengayaan sebagai asupan  suplemen buat peserta didik yang sudah lelah dalam belajar ilmu- ilmu lainya.

5.        Yang paling istimewa adalah cerita fiksi dapat menambah poin dan koin bagi penulisnya bila dikumpulkan menjadi sebuah buku yang memikat pembaca.

Kita harus sadar bahwa cerita fiksi sangat penting bagi kita terutama di sekolah dan juga di rumah karena menjdi  media untuk pengembangan karakter peserta didik juga anak-anak di rumah. Terlebih ketika kita dirundung duka cerita fiksilah yang menjadip pelipur lara hati.

Menurut bapak Momo yang  kini menjadi guru pengerak di kabupaten Lombok Barat ini, ada 5 syarat  yang dipenuhi dalam memnulis cerita fiksi . Syarat tersebut antara lain :

1.       Memiliki komitmen dan niat yang kuat dalam menulis fiksi, baik melalui pstingan blok atau kompetisi

2.       Kemauan dan kemampuan  dalam melakukan riset,tujuanya agar tulisanya menjadi lebih nyata contohnya  saat kita menentukan latar tempat dan suasan juga waktu jika kita mngalami itulah yang lebih ril dalam menggambarkannya.

3.       Banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain agarkita dapat menemukan gaya penulis juga kosa kta yang digunakan.

4.       MembpelajariKBBI dan PUEBI agar cerita yang ditukis sesuai dengan ciri-ciri teks dan kaidah kebahasaan teks

5.       Wajib memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi.

Dalam menulis cerita fiksi kita harus menguasai unsur- unsur pembangun ceita fiksi . dalam ilmu sastra ada 6unsur intrinsisik cerita fiksi antra lain:

1.       Tema  merupakan ide pokok cerita. Kiat dalam menemukan tema adalah yang paling ekat dengan kita. Bisa sekolah, keluaga, hendaknya memilih tema yang disukai dan dikuasai agar mudah dalam penyelesaian sebuah cerita.

2.      Premis yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: Seorang penyihir muda berjuang melawan penyihir jahat yang akan menguasai dunia. Contoh tersebut adalah premis dari novel Harry Potter

3.        Alur/plot yang merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita. Terdiri dari pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik/klimaks, dan ending.

4.       Penokohan yang merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita. Bisa digambarkan secara langsung, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.

5.        Latar/setting yang merupakan penggambaran waktu, tempat, dan suasana.

6.       Sudut pandang yang merupakan cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.

Setelah menguasai enam unsur pembangun puisi tersebut maka langkah selanjutnya adalah kita merencanakan bagaiman cara membuat cerita rekaan berdasarkan enam  unsur-unsur tersebut.hal- hal yang dapat kita lakukan dalam menulis cerita fiksi  antara lain:

1.       Niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Permasalahan yang dihadapi oleh penulis adalah mengalami kebuntuan ide menyelesaikan tulisan fiksi.

2.       Perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan.

3.       Terkait ide dan genre. Catat segera ide cerita yang terlintas di kepala agar ide tidak hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan kuasai.

4.        Outline/kerangka karangan.

       × Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur

  pembangun cerita fiksi

× Menentukan tema agar pembaca mengerti

         lingkup cerita fiksi kita

        × Membuat premis sesuai tema

        × Menentukan uraian alur/plot berdasarkan

           unsur-unsurnya

  × Menentukan penokohan kuat berdasarkan

         jenis dan teknik penggambaran watak tokoh

  dengan baik

   × Menentukan latar/setting dengan

   menunjukkan sisi eksotis dan detail

   × Memilih sudut pandang penceritaan yang unik 

         outline/kerangka karangan.

     × Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur

        pembangun cerita fiksi

     × Menentukan tema agar pembaca mengerti

        lingkup cerita fiksi kita

     × Membuat premis sesuai tema

     × Menentukan uraian alur/plot berdasarkan

      unsur-unsurnya

       × Menentukan penokohan kuat berdasarkan

        jenis dan teknik penggambaran watak tokoh

       dengan baik

     × Menentukan latar/setting dengan

       menunjukkan sisi eksotis dan detail

                    ×  Memilih sudut pandang penceritaan yang unik 

5.         Mulailah menulis.

  Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan,

kata unik, konflik)

× Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan

baik dengan cara memaparkan secara jelas

                          kepada pembaca

× Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal

tokoh

× Menggunakan pertimbangan logis agar tidak

cacat logika dan memperkuat imajinasi

× Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas

× Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata

(diksi)

× Membuat ending yang baik  

6.        Lakukan swasunting.

Dilakukan setelah selesai menulis;

× Jangan menulis sambil mengedit;

× Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan

pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah,

                         aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita;

× Usahakan menempatkan diri pada posisi

sebagai penyunting agar tega menyunting

tulisan sendiri;

× Jangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa

Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan

Bahasa Indonesia (PUEBI).

Dmikianlah materi utama yang disampaikan oleh pak momo malam ini dalam ksesmpatan ini saya juga sempat bertanya pada pak Momo pada sesi Tanya jawab sebagai berikut

 

[21.33, 9/2/2022] Bu Helwiyah Kurator: Assalamu'alaikum wr wb bu kurator ku, saya Bu Vitriah dari MTsN Sumba Timur NTT. Mau bertanya pada Bpk Momo. Jika kita menulis resume ini jadi cerita fiksi maka bapak ibu naradumber hebat, moderator, juga peserta sebagai tokoh dalam cerita tersebut,? Kelihatannya, tokoh utama mengalami konflik yang luar biasa namun bisa dipastikan endingnya pasti bahagia.  Terimakasih Bapak atas ilmunya maalm ini.

Kelihatanya Bapak yang gemar menulis ini sepertinya   sangat baikbudinya maka tanpa bertele-tele langsung memberikan contoh karya resume dalam bentuk cerita fiksi. Berikut ini:

[21.36, 9/2/2022] Bu Helwiyah Kurator: Ini contohnya, Bu Vitriah. https://bianglalakata.wordpress.com/2020/11/18/pahlawan-literasi-harapan-besar-dari-hal-kecil/

Terimakasi  untuk semuanya semoga Allah selalu melindungi dan memudahkn langkah dan lisanya dalam mengajari ilmunya.  

                                                                                                                                                                           

-Vitriah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PELATIHAN MENULIS PERTEMUAN KE- 4 GELOMBANG 24

PEMASARAN BUKU

RESUME MENULIS MEMBUATKU NAIK KELAS DAN BERPRESTASI