HIKMAH PAGI DARI SAHABAT ISPIRATIF
HIKMAH PAGI DARI SAHABAT
ISPIRATIF
“ Jangan menoleh ke belakang tiada seorang pun yang
mengetahui awal terciptanya semesta. Jangan
takut akan masa depan, tiada abadi untuk selamanya. Jika engkau terlalu sibuk
bergelut dengan masa lalu atau masa depan, engkau akan melewatkan hari ini.” (Utsman
bin Affan RA)
Inilah pesan pagi yang menginspirasi
dan mewarnai pagi ini, di hari senin 14 Maret 2022. Pesan indah hadir dari
seorang ustdz hebat bernama Taum Puli Mahing, tercatat dalam sejarah bahwa beliau termasuk ustadz Nasional bersama
sahabat kecilnya yaitu ustadz Ma’ruf Hasyim.suatu ikatan persahabatan yang
mesrah karena persaudaraan dalam iman dan islam, yang terpupuk dari orang tua
selaku imam masjid di daratan Flores Timur hingga turun kepada anak dan bahkan
cucu.
Dan sungguh beruntung adalah saya dan semua penghuni WAG
Tite Hena adalah teman sekelas semasa MAS DDI Waiwerang lulusan tahun 1999. Yang
sejak 23 tahun berselang tanpa kabar ternyata semuanya berada dalam majlis ilmu
Subhanallah. Atas izin Allah yang maha rahman kami dipertemukan dalam WAG
alumni MAS DDI Waiwerang dengan bantuan Ina Kadriah sejak tahun 2018.
Keberadaan ustadz Taum bermukim
di Kebun Kopi Jakatra. Dalam soal rasa ustadz Taum sangat peka dalam membaca
tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tergambar lewat ayat-ayat Qur’aniyah
maupun ayat-ayat Qauniyah yang tersebar di seluruh alam raya ini. Subhanallah,
gunung-gunung yang menjulang tinggi sebagai tiangnya bumi. Air yang mengalir jernih
dari perbukitan sebagai sumber hidup dan kehidupan segenap makhluk.
Hembusan angina pagi yang mengisi
kehampaan alam raya ini, penyempurnah kehidupan insan tanpa pungut biaya. Namun
ia akan sangat berharga bila kita sudah berada di ruang UGD rumah sakit kala
kita butuh akan oksigen. Matahari yang tetap setia menyinari bumi tanpa bosan laksana
kadar cinta pada seorang sahabat sejati dalam suka atau pun duka, tetap
bercanda ria bersama dan saling nasehat menasehati.
Hal ini bila ditautkan dengan
ayat-ayat Qur’aniyah maka sangat identik dengan dengan surah Al-Ashr ayat 1-3
yang artinya :
“ Demi masa. Sesungguhnya manusia
benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman,
mengerjakan amal shaleh serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling dan
saling menasehati untuk kesabaran.”
Ayat tersebut mengisyaratkan pada kita untuk selalu menghargai waktu terutama masa kini, selagi masih sehat dan kuat. Kita harus pandai menyibukkan diri kita dengan aktivitas yang berguna yangtentunya mengarahkan kita pada kebaikan berkelas. Inilah cerminan sosok insan penghuni grup Tite Hena yang padai dan sibuk mencari ridha Allah yang sebagiannya menamakan dirinya sebagai karyawan Allah di mua bumi ini. Masya Allah betapa mulianya hati mereka hingga sulit untuk menyamainya.
Demikiaanlah pesan singkat tapi
penuh makna dari sahabat perjuangan kita ustadz Taum Puli Mahing. Meskipun singkat
tapi penuh makna dengan simpulannya sebagai berikut:
1. 1. Isilah
waktumu dengan kegiatn yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat.
2. 2. Jangan
terlampau sibuk dengan masa lalu dan masa depan membuat kita nyaris melupakan
kehidupan saat ini sabagai lading pahala sebelum maut menjemput
3. 3. Meski
jarak teramat jauh terbentang namun berkat media digital WAG Tite Hena kita
dapat saling silaturahim dan saling menasehati untuk kebaikan berkelas. Semoga tetap
dalam ridha Allah SWT.
Dataran Sumba penuh ceria 18 Maret
2022
Salam santun
Ina Vitriah
Sangat inspiratif.semoga waktu kita tak buang percuma tanpa menabung untuk akhirat
BalasHapusSukses selalu kk sayang,semoga kariya2mu bermanfaat bagi para pembaca,sangat mengharap keridhaan Allah swt,dan mendapat keberkahannya.
BalasHapusAamiin Allahumma Aamiin ade say tetap sehat salam literasi
BalasHapus