MENGUAK DAPUR PENERBIT MAYOR
MENGUAK DAPUR PENERBIT MAYOR
Narasumber : Edi
S. Mulyanta
Moderator :
Mulyadi
Alhamdulillah, berkat perlindungan Allah SWT, tetap
semangat dan bahagia belajar di kelas BM ini. Malam ini kita sudah memasuki
pertemuan ke-20, merupakan cek point pertama, karena jika resume malam ini
selesai, maka kita bisa langsung mengembangkannya menjadi sebuah
buku solo. Bisa juga buku bahan ajar, novel, cerpen, dll. Semoga tetap semangat
untuk menyelesaikanya dan lulus karena mampu menerbitkan buku solonya.Pertemuan
malam ini, tim kelas BM berkenan menghadirkan bapak Edi S. Mulyanta. sebagai
narasumber dari Penerbit ANDI Yogyakarta. Beliau bekerja di Penerbit Andi sejak
tahun 2002. Berbagai jabatan telah disandang, mulai dari staff Litbang sampai
posisi publishing consultant & e-book development hingga saat ini. Inilah
karyanya yang terkenal https://blogsusanto.com/buku-tanda-persahabatan.
Selain sebagai praktisi dibidang penerbitan, beliau juga seorang akademisi atau
dosen. Dalam menulis tentu belaiu tidak diragukan lagi, buku-buku karya beliau
telah lama menghiasi toko-toko di Indonesia, umumnya berkaitan dengan dunia
teknik. Hal ini sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau sebagai seorang
magister dibidang teknik elektro. Untuk lebih jelasnya dalam mengenal lebih
dekat bapak maka lewat link berikuT ini: https://scholar.google.co.id/citations?user=tYwUNqsAAAAJ&hl=id&oi=ao.
Malam ini beliau akan membimbing kita tentang fakta yang ada dibalik dapur
penerbit mayor. Bagaiman cara kita menerbitkan buku?
A. Mengenal
Penerbit Mayor
Jika naskah buku sudah kita
siapkan kemudian dijadikn satu file maka langkah selanjurnya adalah
memublikasikannya agar diaskes oleh publik. Agar bisa menjadi sebuah buku kita
harus memerosesnya melalui dapur penerbit. Penerbit adalah sebuah perusahan
yang memperbanyak buku atau surat kabar bahkan jasa buku elektronik (wekepedia).
Disini para penulis diharapkan untuk lebih cermat memilih dan mengenal penerbit
buku. Ciri-ciri penerbit buku yang baik adalah memiliki visi dan misi yang
jelas , memiliki jaringan market yang besar, memiliki percetakan sendiri,
terbuka dan jujur dalam memberi pelayanan dan sebagainya.
Ada 3 macam penerbit yang
perludiketahui, yaitu penerbit mayor, penerbit indie, dan self publishing.
Penerbit mayorlah yang paling banyak diminati oleh para penulis karena penerbit
yang memiliki modal yang besar, mandiri dalam percetakanya. Bila buku- buku
hasil cetakannya akan dipastikan tersebar ke berbagai daerah di seluruh
anausantara. Contohpenerbit mayor adalah gramedia Pustaka Utama, Mizan,
Republika, grasindo, Loka Media, Tiga Serangkai, Bentang Pustaka, Erlangga,
Yudhistira, dan lain sebagainya.
B. Hal-hal
yang perlu diperhatiakan pada saat menerbitkan buku:
1. Istilah penerbit mayor sebenarnya mengacu pada
jumlah produksi buku yang dihasilkan dalam satu tahun. Penerbit dengan jumlah
terbitan di atas 200 judul per tahun dianggap sebagai penerbit skala mayor.
Semasa pandemic, tetap menerbitkan buku di atas 200 judul, meskipun terkendala
produksi yang sempat tutup karena outlet toko buku juga terdampak pandemi.
2. Tahun
2019 merupakan tahun yang paling berat dalam dunia penerbitan buku, karena
perubahan teknologi betul-betul seperti bayang-bayang kelam yang dapat melahap
dunia penerbitan buku di Indonesia bahkan di dunia. Sehingga setiap penerbit
dipercayakan ISBN dari perpustakaan nasional, sebagai penanda setiap terbitnya,
dalam naungan IKAPI sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk mewadahi setiap
penerbit di luar penerbit kampus.
Penerbit di bawah IKPI secara alamiah mempunyai kebebsan untuk memilih jalur
masing-masing sesuai dengan keinginan yang kuat dalam menerbitkan buku.
~ Sebagai penulis, hendaknya :
1.
Mengetahui ciri khas setiap penerbit. Dengan
harapan bahwa tulisannya harus sesuai dengan keinginan penerbit. Meskipun ada
penerbit yang dapat menerbitkan semua tema dalam setiap terbitanya.
2.
Untuk menghemat waktu dan biaya dalam setiap
tulisanya, penulis dapat mengirimkan proposal terlebih dahulu untuk mengetahui
apakah tulisanya sudah sesuai visi dan misi penerbit.
3.
Setiap penerbit mempunyai SOP dalam memilih
tulisan untuk dijadikan komoditas industri, dengan tujuan utamanya adalah agar
terbitannya dapat terserap di pasar dengan cepat . contoh penerbit mayor
memberikan peluang kepada penulis untuk menulis tema yang berkenaan dengan
kurikulum baru menuntut banyak sumber literasi bagi peserta didik kita.
4.
Penerbit mempunyai peta pasar yang direkam dari
outletnya, sehingga insting penerbitan yang sudah lama bergeliat di bidangnya
akan semakin menguat.
Dari pantauan judul,outline, dan
siapa penulis, terkadang penerbit dapat memproyeksian pasar buku yang menjadi
sasarannya.
~ Hal-hal utama yang dipehatikan
penulis adalah:
1. Mengoleksi
judul yang baik, karena pasar merupakan sasaran yang dituju.
2. Lakukanlah
riset untuk pesaing, sehingga mudah ditawarkan ke penerbit.
Jika temanya
adalah ha-hal yang menarik dan baru maka tambahkan data riset kecil untuk mempengaruhi
penrbit.
3. Penerbit
lebih cendrung mencari tema yang sudah dalam data pemasaran sehingga
memperkecil resiko dari pihak penerbit jika tidak terserap di pasar.
4. Apa
bila penulis pemula yang belum berpengalaman maka kirimkan ke beberapa
penerbit.
5. Pihak
penerbit akan menyeleksi tulisan dengan beberapa pertimbangan terutama pada
pemasaran. Untuk itu berikan penjelasan sedikit dengan data-data angka, itu
akan lebih memikat.
Kita harus
memperhatikan daya saing buku sudah ada atau belum. Biasanya penulis pemula
dapat menikmati pasar awal yang cukup menarik. Biasanya tulisan pertama yang
belum baik namun ingin mengejar moment yang baik. Contoh saat ini buku yang
dicari adalah buku tentang kurikulum merdeka belajar. Maka cari segera apa itu
kurikulum merdeka, bagaimana perkembangan
kurikulum.
Bila kita
menulis buku tersebut apakah ada yang dirasakan manfaatnya bagi pembaca.
Proses pengajuan
proposal buku itu sebaiknya dilakukan ketika penulis sudah menulis 50% dari
rencana keseluruhan. Sehingga proses penyelesaian tulisan tidak memakan waktu
terlalu lama. Hal inilah kita perlu manejemen waktu agar dengan cepat proses
penerbitan buku. Karena dalam proses penerbiiitan buku panjang waktunya. Terhitung
dari admin penerbita awal, editing, layout, desain cover, dan proses produksi.
Jadi proses penerbitannya agak lama antara 2 pekan, hingga satu bulan lamanya.
C. Syarat
naskah yang diterima di penerbit mayor yaitu;
1.
Naskah harus berkualitas
2.
Waktu penerbitan dalam tempo 3 bulan
3.
Jumlah cetakan pada penerbit mayor biasanya 3000
eksplar atau minimal 1000 eksplar
4.
Ada keunggulan dan kelemahan penerbit mayor.
5.
Surat pengantar
6.
Sabar dalam menunggu naskah terbit 3-6
bulan
Sesungguhnya dana untuk membiayai penerbitan sebuah buku pada
penerbit mayor adalah dari penerbit mayor untuk memilih terbitan buku yang menjadi
sasarannya, sehingga semua biaya produksi hingga pemasaran dilakukan oleh
penerbit tersebut. Konsep dasar
pembiayaan dalam penerbitan buku, adalah penerbitnya yang membiayai. Nah karena
banyak tulisan yang tidak sesuai dengan misi dan visi penerbit akhirnya tidak
dapat terbit. Karena banyaknya buku yang ditolak penerbit, akhirnya penerbit
memberikan skema lain dalam penerbitannya. Misalnya dibiayai oleh penerbitnya
sendiri, baik melalui skema dana pribadi, CSR Perusahaan, Dana Penelitian
Daerah, Dana Sekolah dll.
Ada Trik yang dapat
digunakan dan cukup mujarab adalah menulis berbarengan dengan pembiayaan gotong
royong antar penulis. Banyak plus minusnya apabila menulis keroyokan, terutama
angka kredit yang kecil karena dibagi beberapa penulis. Banyak
penerbit-penerbit saat ini menawarkan layanan hal tersebut.Silakan dimanfaatkan
sembari belajar untuk memproduksi sendiri buku bapak ibu hingga proses
pemasarannya.Konsentrasi penulis adalah di Materi yang otentik, dan unik. Penerbit
akan membantu dalam hal Pembahasaan dan Penyajian.
D.
Kesimpulan
Penerbit adalah lembaga yang mencari profit, dan mempunyai
idealisme dalam menerbitkan buknya sesuai dengan visi misinya. Penulis dapat
mengikuti idealisme penerbit dalam menghasilkan buku yang akan dinikmati oleh
pembacanya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide Anda dapat ditangkap
penerbit dan disebarluaskan ke pembaca.
Demikian materi yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat
bagi kita semua sdalam memilih penerbit.
Komentar
Posting Komentar